Sudah selayaknya, setiap orang memiliki cita-cita (goal). Ada orang yang memiliki cita-cita jangka panjang, ada juga yang memiliki cita-cita jangka pendek, dan ada juga yang memiliki dua-duanya. Kita semua bisa memiliki 2 cita-cita, 10 cita-cita atau bahkan 100 cita-cita sekaligus. Tidak ada pembatasan jumlah dalam bercita-cita. Tetapi yang jelas setiap orang menginginkan cita-citanya tercapai.
Akan tetapi apa saja yang harus kita lakukan dalam membuat cita-cita? Ada 3 syarat agar cita-cita kita mudah tercapai. Ketiga syarat itu adalah
1. Cita-cita harus tertulis
2. Cita-cita harus spesifik
3. Cita-cita harus positif
Cita-cita harus tertulis
Pada tahun 1954 diadakan penelitian di Yale University. Ketika itu dari sejumlah mahasiswa, ditanya, siapa di antara kalian yang punya cita-cita tertulis. Ternyata hanaya 3% mahasiswa yang memiliki cita-cita tertulis. Penelitian dilakukan sampai tahun 1974. Pada tahun 1974 diteliti apa yang terjadi dengan mereka yang menuliskan cita-citanya. Ternyata mereka yang menuliskan cita-citanya jumlah kekayaan mereka tiga kali lipat dibandingkan mereka yang tidak menuliskan cita-citanya. Bayangkan, jumlah kekayaan 3% orang mengalahkan jumlah kekayaan 97% orang. Mulai sekarang tulislah cita-cita anda.
Cita-cita harus spesifik (jelas)
Bayangkan jika anda sedang memberhentikan taksi. Ketika taksi datang sopir taksinya berkata, “Anda mau ke mana?”. Ternyata anda menjawab “Terserah”. Sopir taksi tersebut pasti akan melakukan 3 kemungkinan.
Kemungkinan pertama sopir taksi tersebut akan mengusir anda, sambil berkata ,”Minggir-minggir, pergi sana, nggangguin saja kamu.”
Kemungkinan kedua jika sopir taksinya baik maka dia akan mempersilakan anda masuk, kemudian anda diantarkan ke rumah sakit jiwa, karena anda dianggap belum lulus, tetapi sudah keluyuran.
Kemungkinan ketiga jika sopir taksinya pintar maka dia akan bertanya ,”Anda punya uang berapa?” Misalnya anda menjawab “100 ribu”. Sopir taksinya akan menyuruh anda masuk, kemudian argo dijalankan, sampai mencapai 100 ribu. Jika sopir masih baik maka anda akan diturunkan di mana anda mulai memberhentikan taksi. Jika sopir taksi tidak baikmaka anda diberhentikan di mana saja.
Untuk itu cita-cita anda harus spesifik. Jangan sampai anda bercita-cita ,”Pokoknya saya mau jadi orang sukses” . Cita cita seperti ini kurang spesifik. Contoh cita-cita yang spesifik
Saya lulus UN tahun 2010
Saya masuk STEI ITB tahun 2010
Saya lulus dari ITB tahun 2014
Saya akan memiliki indutri mobil tahun 2025
Saya naik haji tahun 2020
Saya akan memiliki uang Rp 1 milyar tahun 2015
Dan sebagainya
(jika perlu tuliskan sekalian tanggal dan bulannya)
Cita-cita harus positif
Otak bawah sadar manusia tidak mengenal kata tidak. Jika anda membuat tulisan di kamar anda “Saya tidak mau gagal” maka otak bawah sadar anda akan mengatakan saya gagal. Untuk itu sebaiknya kita menuliskan “Saya harus berhasil”. Atau misalkan anda mengatakan kepada anak kecil “Kalau kamu tidak belajar maka kamu akan bodoh, kamu akan miskin, kamu akan jadi kere”, maka otak bawah sadar anak tadi akan mengatakan ,”Saya bodoh, saya miskin, saya kere”, dan kemungkinan besar akan terjadi hal yang seperti itu.
Jika anda masih tidak yakin coba anda pejamkan mata, selama memejamkan mata anda dilarang membayangkan seekor kuda putih. Apa yang terjadi? Anda malah membayangkan kuda putih.
Jika anda ingin membaca artikel saya yang lain, silakan membuka di kekuatan raksasa