• Login Siswa/Orang Tua

  • NIS
    PIN
     
  • Ekstrakurikuler
  • Masukkan Untuk SMA Alfa Centauri
  • Anda bisa mengirim pesan, masukan atau keluhan kepada seluruh bgn SMA Alfa Centauri
    Nama+HP:
    Pesan:
    Kepada:
  • Anda kami sarankan menggunakan browser mozilla firefox atau opera untuk lebih menikmati website ini

  •  
  • Selasa, 26 Januari 2010
  • HIJRAH, PIRANTI SUKSES DUNIA AKHIRAT (Kado Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1431) , (Author: Deni Albar, Ph, Lc.)
  • Pengertian Hijrah

    Secara etimologis (bahasa), kata hijrah merupakan isim dari bentuk fi’il hajara; maknanya dhiddu al washl (lawan dari tetap atau sama). Jika dikatakan, al-muhajarah min ardh ila ardh (berhijrah dari satu negeri ke negeri yang lain). Artinya adalah tarkul ula li atsaniyah (meninggalkan negeri pertama menju negeri kedua.

    Sedangkan dalam istilah umum, hijrah bermakna berpindah( al-Intiqal) dari satu tempat/keadaan ke tempat/keadaan lain; tujuannya adalah meninggalkan yang pertama menuju yang kedua. Adapun menurut konotasi hijrah menurut istilah khusus adalah meninggalkan negeri yang kufur (dar al-kufr), kemudian berpindah menuju negeri Islam (dar al Islam) . Pengertian terakhir ini merupakan salah satu definisi sar’i dari hijrah.

    Hukum Melakukan Hijrah

    Hijrah dari negeri yang kufur (dar al-kufr), kemudian berpindah menuju negeri Islam (dar al Islam) tidak hanya memiliki 1 hukum tetapi memiliki ragam hukum ; tergantung situasi dan kondisinya. a. Hijrah wajib Hijrah menjadi wajib ketika ada sebab-sebab berikut : 1. Ketika seorang sudah tak mampu lagi melaksanakan taklif-taklif syari’ah di tempat yang ia tinggali. (Ibnu Qoddamah dalam Almugni XI /514) 2. Adanya kehawatiran, jika tidak berpindah dari tempat itu akan terjadi fitnah terhadap agamanya walaupun ia masih mampu melaksanakan taklif-taklif syari’ah (Imam Syarbini, Mugni Almuhtaj IV/239) 3. Jika ada perintah dari khalifah untuk memperkuat tatanan muslimin (Imam Syaukani, Nayla Al Authar VIII/29)

    Dalil kewajiban hijrah dalam ke 3 kondisi diatas adalah QS : An-Nisa 97. Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: "Dalam keadaan bagaimana kamu ini?". Mereka menjawab: "Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah)". Para malaikat berkata: "Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?". Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali”

    Ibnu Quddamah menyatakan : Ayat ini merupakan peringatan sangat keras yang menunjukan pada hukum wajib sebab melaksanakan kewajiban syari’at merupakan kewajiban bagi orang yang mampu melaksanakannya. Hijrah termasuk kewajiban yang sangat penting, sekaligus penyempurna bagi kewajiban yang lain. Jika suatu kewajiban tidak sempurna kecuali oleh sesuatu maka sesuatu itu menjadi wajib.

    Imam Qurtubi menyatakan : Alasan yang dinyatakan oleh kaum Muslimin Makkah “Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri Makkah adalah alasan yang tidak benar , sebab mereka mampu berpindah dan tahu jalan menuju Madinah. Lalu Malaikat mengingatkan kepada mereka tentang urusan syari’at mereka dengan perkataannya “bukannya Negeri ALLAH sangat luas? Dialog ini menyiratkan bahwa orang-orang Muslim Makkah itu adalah kaum Muslim yang menganiaya diri sendiri karena meninggalkan kewajiban hijrah.

    Sebagian ulama berpendapat siapa saja yang meninggalkan hijrah padahal ia mampu dia telah murtad dari Islam. Al-Jashshash dalam Ahkam al-Qur’an menyatakan: Hasan bin Shalih berkata,”…Jika kaum kafir berhasil menguasai negeri Islam dan penduduk Muslim masih tetap tinggal di negeri tersebut, padahal mereka sanggup keluar dari negeri itu, maka bukanlah kaum Muslim…” Hanya saja, Imam Al- Jashshah membantah pendapat Hasan bin Shalih, karena bertentangan dengan al-Qur’an dan Ijmak. Alasannya, Allah SWT. “Orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, tidak ada kewajiban sedikitpun atas kalian melindungi mereka sebelum mereka berhijrah. Ayat ini dengan jelas tetap masih menyipati orang yang tidak berhijrah dengan sifat Mukmin. Namun, jika orang yang tidak berhijrah itu mendapatkan fitnah dan berpaling dari Islam, maka ia dihukumi murtad.

    b. Hijrah sunnah.

    Hijrah hukumnya sunnah bagi orang yang mampu melakukan hijrah namun tidak berhijrah dan ia masih mungkin memenangkan ‘aqidahnya di dar al kufr. Ketentuan berdasarkan sebuah hadis. Imam Ibnu Qudamah dalam al Mughni menjelaskan sebab kesunnahan hijrah dalam kedaan tersebut sebagi berikut: Jika penduduk Muslim masih mampu memperkuat jihad, memobilisasi kaum Muslim, membantu mereka, dan jika ia masih mungkin melenyapkan kekuatan dan persekutuan kaum kafir, serta membinasakan panji-panji kemungkaran, maka mereka tidak wajib berhijrah, karena mereka masih sanggup menegakkan kewajiban syari’atnya, meskipun tanpa hijrah. Kemudian beliau meriwayatkan sebuah hadis dari Nu’aim an-Naham:

    Ia hendak hijrah ke Maddinah. Lalu kaumnya, Bani ‘Adi, mendatangi dirinya dan berkata, “Tetap tinggallah Anda di negeri kami dan kami akan melindungi Anda dari orang-orang yang hendak menyakiti Anda…”ia pun mengurungkan diri untuk berhijrah. Nabi SAW, berkata kepadanya. “Perlakuan kaum-mu terhadap dirimu lebih baik dibandingkan perlakuan kaumku kepadaku. Kaumku telah mengusirku dan hendak membunhku, sedangkan kaum-mu menjaga dan melindungimu.”(Imam Ibnu Qudamah, Al-Mughni, X/515)

    C. Hijrah sunnah yang gugur (disebabkan uzur syar’i)

    Hukum ke tiga dari hukum-hukum hijrah adalah gugurnya kewajiban dan kesunnahan hijrah bagi orang-orang yang tidak mampu melaksanakan hijrah. Ketidakmampuan di sini disebabkan karena sakit, dipaksa untuk tetap tinggal, atau orang tersebut terkatagori kaum lemah (wanita dan anak-anak). Ketentuan ini sesuai dengan firman Allah SWT. :

    “Kecuali mareka yang menindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah). (QS An Nisa: 4:98). Menurut Ibnu Qudamah ayat ini juga tidak mengindikasikan adanya hukum sunnah sehingga dalam keadaan seperti ini, gugurlah hukum wajib dan sunnah dari hijrah.

    D. Kewajiban tidak berhijrah

    Hukum ini berlaku jika tinggalnya seorang mukmin di dar al-kufr memberikan maslahat kepada kaum Muslim. Imam Syarbini dalam Mughni Al-Muhtaj menuturkan sebuah riwayat, bahwa Abbas r.a. sudah masuk Islam sebelum perang badar, namun ia masih menyembunyikannya. Abbas ra pun mengirimkan surat kepada Nabi Muhammad SAW. dan menginformasikan keadaan kaum musyrik kepada beliau, dan menyatakan bahwa kaum Muslim di Makkah masih mempercayai beliau sepenuhnya. Abbas juga menyampaikan bahwa sebenarnya ia lebih suka bersua dengan Nabi SAW. Nabi-pun mengirim surat kepadanya, didalamnya tertulis : Sesungguhnya, tinggalnya Anda di Makkah itu baik. Lalu Abbas ra . menampakan keislamannya pada saat penaklukan Makkah. (Imam al-KhathibAsy-Syarbini,Mughni Al-Muhtaj, IV/239)

    E. Hijrah yang haram

    Seorang Muslim dilarang (haram) berhijrah dari dar al-kufr ke dar al Islam ia wajib tetap tinggal di dar al kufr jika ia memiliki kesanggupan dan kekuatan untuk mengubah dar al kufr yang ia tinggali menjadi dar al Islam. Kesanggupan dan kekuatan ini bias saja karena: ia sendiri memang kuat dan mampu, atau ia bergabung dengan kaum Muslim yang lain yang tinggal di negerinya, atau ia bersekutu dengan kaum Muslim yang berada di luar, atau ia mendapatkan dukungan dari daulah al-Islamiyyah. Dalam kondisi semacam ini, ia wajib tinggal di dar al-kufr dan dilarang untuk berhijarah ke dar al Islam. (Syaikh Taqiyyuddin an Nabhani, Asy-Syakhshiyah al-Islamiyyah. II/269-270). Dalilnya adalah firman Allah Swt :” Hai orang-orang yang beriman perangilah orang-orang kafir yang ada di sekitar kalian itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan dari kalian. Ketahuilah, bahwa Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. (QS At Taubah 9:123)

    Transformasi Hijrah Dalam Setiap Lini Kehidupan

    Seakan tiada terasa, waktu beralu dengan cepat, detik berganti menit, menit berganti jam, jam pergi menjadi hari dan malam, kemudian menjadi pekan, bulan dan tahun silih berganti seiring bergantinya siang menjadi malam. Dengan pergantian waktu setahun, menunjukan bahwa umur kita bertambah satu tahun, tetapi kesempatan hidup kita di dunia telah berkurang pula satu tahun, yang berarti semakin jauh kita dari hari kelahiran dan semakin dekat kita kepada gerbang kematian. Imam Hasan al- Basri mengumpamakan manusia bagaikan kumpulan hari-hari, setiap hari yang pergi kita seperti kehilangan bagian dari diri kita. Apa yang telah pergi tidak akan pernah kembali. Refleksi hijrah mengajarkan kita mawas diri agar melatih kesadaran iman dan selalu ingin memaknai segala karunia Allah ke arah yang lebih baik. Hijrah hendaknya tidak dipahami sekedar filosofis belaka, melainkan mesti menjadi nafas setiap titian kesuksesan kita. Prosesi hijrah semasa hidup merupakan perjalanan panjang menuju hijrah hakiki yaitu hijrah dari alam yang fana ini menuju alam baqa’. Hijrah kita hari ini sangat menentukan indah atau tidak-nya esok di akhirat. Tiap detik dan menit serta semua kesempatan dan ni’mat yang telah Allah karuniakan akan diaudit di hadapan mahkamah pengadilan Allah SWT. Sudahkah kita siap untuk mempertangungjawabkannya? Mulailah hijrah dari hari ini karena sungguh tak kan pernah kembali lagi. Hadirkan totalitas iman, dengan mentransformasikan nilai hijrah dalam setiap lini kehidupan kita. Amin…


    Posting komentar anda terhadap artikel ini, di sini (Dilarang menggunakan kata-kata yang tidak sopan)

    Nama
    Email
    Komentar
    Menurut anda artikel ini
     

    Posting yang masuk:
    tanggal nama rank komentar

  • Artikel terkini
  •  
  • Kamis, 19 Agustus 2010
  • PENGANTAR DALAM MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN (FISIKA) , (Author: Budhi Darma)
  • 1. Menyatukan Fisika dan Metafisika

    Menurut Prof. S.M. Naquib al-Attas, masalah kekeliruan ilmu (corruption of knowledge) adalah merupakan masalah yang paling mendasar dalam kehidupan masyarakat modern. (al-Attas, Islam dan Sekularisme, 2010). Kekeliruan ini muncul akibat menyusupnya paham sekuler yang dibawa oleh peradaban Barat ke dalam ilmu-ilmu kontemporer. Ilmu yang keliru melahirkan tindakan manusia yang keliru pula. Inilah yang disebut oleh al-Attas, pakar Filsafat Sainssebagai loss of adab, yaitu hilangnya kemampuan manusia melakukan tindakan yang benar karena bersandar pada ilmu yang keliru.

    Tindakan yang keliru ini pada akhirnya bukanlah memberikan kebahagiaan, melainkan kesengsaraan kepada manusia. Buktinya, disaat sains dan teknologi sedemikian maju saat ini, umat manusia bukannya berhasil meraih kebahagiaan. Sebaliknya, berbagai keresahan dan kekeringan jiwa serta kerusakan

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  •  
  • Kamis, 19 Agustus 2010
  • PENGANTAR DALAM MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN (FISIKA) , (Author: Budhi Darma)
  • 2. Belajar Fisika Secara Islami

    “Apakah Ilmu Fisika mungkin dipelajari secara tidak Islami?”  Dengan kata lain,  “Apakah ada cara mempelajari Fisika yang Islami atau tidak Islami?”.

    Pertanyaan ini tidak mudah dijawab, terutama karena ada kesalahfahaman yang menggelayuti banyak orang tentang konsep dan proses Islamisasi ilmu kontemporer. Masih ada saja yang membayangkan bahwa Islamisasi sains berarti membuat “pesawat terbang Islam”, atau “mesin islam”. Atau, masih ada juga yang mengira bahwa Islamisasi hanyalah semata-mata berarti “mencocok-cocokkan” atau menjustifikasi ayat al-Qur’an dengan temuan sains  atau sebaliknya.

    Jika memang ada cara tertentu untuk mempelajari Fisika secara Islami,  pertanyaan selanjutnya, “Apa perlunya mempelajari ilmu Fisika secara Islami? Hal ini dapat dijawab dari dua sisi.

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  •  
  • Kamis, 19 Agustus 2010
  • PENGANTAR DALAM MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN (FISIKA) , (Author: Budhi Darma)
  • 3. Fisikawan Muslim Mengukir Sejarah

    Sejarah membuktikan, kontribusi Ilmuwan Muslim dalam bidang Fisika sangatlah besar. Karya-karya ilmuwan Muslim dalam bidang Fisika, baik yang klasik maupun modern, bisa dikatakan sangat melimpah. 

    Cobalah renungkan, apa yang ada di benak anda ketika mengenal "kamera"? Banyak pelajar Muslim yang mungkin tak kenal sama sekali, bahwa perkembangan teknologi kamera tak bisa dilepaskan dari jasa seorang ahli fisika eksperimentalis pada abad ke-11, yaitu  Ibn al-Haytham. Ia adalah seorang pakar optic, pencetus metode eksperimen. Bukunya tentang teori optic,  al-Manazir, khususnya dalam teori pembiasan, diadopsi oleh Snell dalam bentuk yang lebih matematis.

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  •  
  • Rabu, 11 Agustus 2010
  • Cita-cita Yang Tidak Masuk Akal , (Author: M. Son Muslimin, ST.)
  • Biasanya anak-anak yang masih kecil justru memiliki cita-cita yang besar, akan tetapi ketika sudah besar cita-citanya malah mengecil. Why? Mungkin memang setelah besar orang tidak diajarin lagi cara brcita-cita. Atau mungkin karena malu kalau cita-citanya diketahui oleh orang lain.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  •  
  • Selasa, 27 Juli 2010
  • TITIK BALIK PERADABAN KEJATUHAN UMMAT ISLAM , (Author: Budhi Darma)
  • Pada mulanya, ummat Islam jatuh, diiringi dengan kegelapan dan tersingkir dari kedudukan sebagai pemimpin ummat manusia, akhirnya tersisih dari lapangan hidup dan kegiatan di dunia. Peristiwa ini tidak dapat dianggap sebagai satu peristiwa serupa dengan peristiwa-peristiwa yang berulang-ulang terjadi di dalam sejarah tentang jatuhnya bangsa-bangsa, silih bergantinya kekuasaan dan pemerintahan, jatuhnya raja-raja dan kalahnya pasukan-pasukan penyerbu di medan pertempuran, hancurnya peradaban dan kedudayaan, surutnya gelombang politik sesudah musim pasangnya. Sekali-kali tidak.

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  •  
  • Kamis, 22 Juli 2010
  • Pasca Pengumuman SNMPTN , (Author: M. Son Muslimin, ST.)
  • Apapun yang terjadi, tidak aka nada artinya, kecuali anda sendiri yang member arti. Jika anda memberikan arti yang positif maka tindakan anda akan positif. Jika anda memberi arti negatif maka tindakan anda akan negatif. Jika seseorang tidak lulus SNMPTN apakah bisa member arti positif? Tentu saja bisa. Jika seseorang lulus SNMPTN apakah bisa member arti negatif? Tentu saja bisa.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  •  
  • Selasa, 6 Juli 2010
  • Bermain Dengan Bilangan , (Author: M. Son Muslimin, ST.)
  • Ternyata beberapa bilangan terlihat cukup aneh. Ada bilangan tertentu, jika dikalikan 2, 3, 4, 5, dan 6 maka akan diperoleh bilangan lain yang angka-angkanya juga tidak berubah. Jadi angka-angkanya masih sama, hanya saja susunannya berubah-ubah. Bilangan-bilangan seperti ini tidak hanya satu macam, tetapi banyak macamnya.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  •  
  • Selasa, 1 Juni 2010
  • keteladanan kunci kesuksesan pendidikan , (Author: Agus Rustandi)
  • Pendidik adalah penebar kebaikan, pendidik adalah pengemban amanah, pendidik merupakan rujukan orang yang membutuhkan saran dan aspirasi, pendidik (yang beriman) menempati posisi yang mulia jauh dari kedudukan orang-orang yang beriman, pendidik selalu dijadikan motivasi dari ide dan saran serta ilmunya jika pendidik mampu menjalankan amanah ilmiah yang harus diembannya sebagai pembawa ilmu
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  •  
  • Jum'at, 23 April 2010
  • Menghindari Negative Thinking , (Author: Agus Rustandi)
  • Apakah Anda tahu kepanjangan dari L7?, L7 artinya adalah "letih, lesu, lemah, lelah, lunglai, letoy... ", Anda lengkapi sendiri. Jika Anda sebenarnya secara fisik cukup sehat tapi mengalami gejala yang sama, sangat mungkin Anda telah termakan penyakit lama, yaitu negative thinking. Dan bisa jadi, penyakit itu sudah cukup parah mengendon di dalam diri Anda.

    Ketika negative thinking menjadi jalan hidup, maka jalan hidup itu adalah "normal" menurut kacamata negative thinker yang bersangkutan. Artinya, yang bersangkutan sudah tak bisa melihat atau menyadari lagi bahwa jalan hidupnya, sebenarnya menyimpang dan kurang sehat.

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 3
  •  
  • Senin, 29 Maret 2010
  • Kuliah di ITB, sulitkah? , (Author: M. Son Muslimin, ST.)
  • Tahukah anda seberapa sulit kuliah di ITB? Tulisan ini dilatarbelakangi oleh pertanyan seorang siswa tentang sulit mudahnya kuliah di ITB. Saya tidak mengklaim kuliah di ITB itu sulit atau mudah, tetapi hanya memberikan gambaran keadaanya sesuai dengan pengalaman saya sehingga anda sendiri bisa menjawab pertanyaannya.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2


  • Arsip Artikel
  • WAJAH PERADABAN BARAT 2 , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Resep Sukses Di Segala Bidang , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  • WAJAH PERADABAN BARAT , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 3
  • Kisah Sylvester Stallone Menjadi Aktor , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Cara men-setting cita-cita , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Digital Learning System , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  • Memaknai Keberkahan Hidup , (Author: Deni Albar, Ph, Lc.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • HIJRAH, PIRANTI SUKSES DUNIA AKHIRAT (Kado Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1431) , (Author: Deni Albar, Ph, Lc.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Empat Syarat Secara Simultan Sebagai Syarat Kelulusan , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • PENDIDIKAN DALAM HIDUP , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Nasehat Al-Ghazali Untuk Pelajar , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Bagaimana Mendapatkan Apa Yang Benar-benar Anda Inginkan? , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Sikap Muslim Menyikapi Gerhana , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  • Atlantis, Negeri Kaya Raya dan Cikal Bakal Peradaban Dunia Ada di Indonesia ? , (Author: Arif Muchyidin) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Kuliah Tauhid 4 , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Hari Ibu , (Author: Seni H.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  • Kuliah Tauhid 3 , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Kuliah Tauhid 2 , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  • Kecoa Bermanfaat ??? , (Author: Arif Muchyidin) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  • Agar Mudah Belajar , (Author: Ahmad abdullah) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 72
  • Kuliah Tauhid , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Kunci Meretas Kesuksesan , (Author: Deni Albar, Ph, Lc.) ,
    dibaca 36 kali, jml komentar: 4
  • Sukses Dimulai dari Mimpi Besar , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 51 kali, jml komentar: 2
  • Internet, bagai pisau bermata dua , (Author: Dra. Ani Muliani) ,
    dibaca 59 kali, jml komentar: 1
  • Kesuksesan , (Author: Nurhayati, S.Pd) ,
    dibaca 36 kali, jml komentar: 2
  • Penyakit Hati adalah penyakit yang berbahaya , (Author: Siti Fathonah, SE) ,
    dibaca 36 kali, jml komentar: 0
  • prediksi , (Author: Seni H.) ,
    dibaca 23 kali, jml komentar: 1
  • MEMAKNAI UJIAN SEBAGAI TOLOK UKUR KEBERHASILAN , (Author: Drs. Iwan Syarif) ,
    dibaca 59 kali, jml komentar: 3
  • Remaja dan Self-esteem , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 48 kali, jml komentar: 0
  • Pentingnya Identitas , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 26 kali, jml komentar: 14
  • UMAT ISLAM DAN SAINS , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 33 kali, jml komentar: 1
  • Bulan Bahasa ... ^_^ , (Author: Seni H.) ,
    dibaca 28 kali, jml komentar: 1
  • Ilmu dan Amal untuk sukses , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 19 kali, jml komentar: 1
  • Potensi Tubuh dan Otak Kita , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 24 kali, jml komentar: 0
  • Apakah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) itu ? , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 45 kali, jml komentar: 0
  • Rajin dan Terlatih , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 19 kali, jml komentar: 1
  • Learning How To Learn , (Author: Sony Sugema, MBA) ,
    dibaca 31 kali, jml komentar: 3
  • Musik dan Kecerdasan , (Author: Drs. Begot Santoso, MSi.) ,
    dibaca 35 kali, jml komentar: 4
  • © 2009 SMA Alfa Centauri | views: 2