• Login Siswa/Orang Tua

  • NIS
    PIN
     
  • Ekstrakurikuler
  • Masukkan Untuk SMA Alfa Centauri
  • Anda bisa mengirim pesan, masukan atau keluhan kepada seluruh bgn SMA Alfa Centauri
    Nama+HP:
    Pesan:
    Kepada:
  • Anda kami sarankan menggunakan browser mozilla firefox atau opera untuk lebih menikmati website ini

  •  
  • Kamis, 14 Januari 2010
  • Nasehat Al-Ghazali Untuk Pelajar , (Author: Agus Rustandi)
  • “Ilmu itu cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada pelaku maksiyat,” demikian petuah masyhur guru Imam Syafii, Waqi’. Ibnu Mas’ud r.a., salah satu Sahabat Nabi saw pernah berwasiat, bahwa hakekat ilmu itu bukanlah menumpuknya wawasan pengetahuan pada diri seseorang, tetapi ilmu itu adalah cahaya yang bersemayam dalam hati. Kedudukan ilmu dalam Islam sa ngatlah penting. Rasulullah saw., bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT, para malaikat-Nya, penghuni langit dan bumi hingga semut dalam tanah, serta ikan di lautan benar-benar mendoakan bagi pengajar kebaikan”. (HR. Tirmidzi).

    Mengingat kedudukannya yang penting itu, maka menuntut ilmu adalah ibadah, memahaminya adalah wujud takut kepada Allah, mengkajinya adalah jihad, mengajarkannya adalah sedekah dan mengingatnya adalah tasbih. Dengan ilmu, manusia akan mengenal Allah dan menyembah-Nya. Dengan ilmu, mereka akan bertauhid dan memuja-Nya. Dengan ilmu, Allah meninggikan derajat segolongan manusia atas lainnya dan menjadikan mereka pelopor peradaban.

    Oleh karena itu, sebelum menuntut ilmu, Imam al-Ghazali mengarahkan agar para pelajar membersihkan jiwanya dari akhlak tercela. Sebab ilmu merupakan ibadah kalbu dan salah satu bentuk pendekatan batin kepada Allah. Sebagaimana shalat itu tidak sah kecuali dengan membersihkan diri dari hadas dan kotoran, demikian juga ibadah batin dan pembangunan kalbu dengan ilmu, akan selalu gagal jika berbagai perilaku buruk dan akhlak tercela tidak dibersih -kan. Sebab kalbu yang sehat akan menjamin keselamatan manusia, sedang kan kalbu yang sakit akan menjerumuskannya pada kehancuran yang abadi. Penyakit kalbu diawali dengan ketidaktahuan tentang Sang Khalik (al-jahlu billah), dan bertambah parah dengan mengikuti hawa nafsu. Sedangkan kalbu yang sehat diawali dengan mengenal Allah (ma’rifatullah), dan vitaminnya adalah mengendalikan nafsu. (lihat almunqidz min al-dhalal)

    Sebagai amalan ibadah, maka mencari ilmu harus didasari niat yang benar dan ditujukan untuk memperoleh manfaat di akherat. Sebab niat yang salah akan menyeret ke dalam neraka, Rasulullah saw., bersabda: “Janganlah kamu mempelajari ilmu untuk tujuan berkompetisi dan menyaingi ulama, mengolok-olok orang yang bodoh dan mendapatkan simpati manusia. Barang siapa berbuat demikian, sungguh mereka kelak berada di neraka. (HR. Ibnu Majah)

    Diawali dengan niat yang benar, maka bertambahlah kualitas hidayah Allah pada diri para ilmuwan. “Barang siapa bertambah ilmunya, tapi tidak bertambah hidayahnya, niscaya ia hanya semakin jauh dari Allah”, demikian nasehat kaum bijak.

    Maka saat ditanya tentang fenomena kaum intelektual dan fuqaha yang berakhlak buruk, Imam al-Ghazali berkata: “Jika Anda mengenal tingkatan ilmu dan mengetahui hakekat ilmu akherat, niscaya Anda akan paham bahwa yang sebenarnya menyebabkan ulama menyibukkan diri dengan ilmu itu bukan semata-mata karena mereka butuh ilmu itu, tapi karena mereka membutuhkannya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah”.

    Selanjutnya beliau menjelaskan makna nasehat kaum bijak pandai bahwa ‘kami mempelajari ilmu bukan karena Allah, maka ilmu itu pun enggan kecuali harus diniatkan untuk Allah’, berarti bahwa “Ilmu itu tidak mau membuka hakekat dirinya pada kami, namun yang sampai kepada kami hanyalah lafaz-lafaznya dan definisinya”. (Ihya’ ‘Ulumiddin)

    Ringkasnya, Imam al-Ghazali menekankan bahwa ilmu saja tanpa amal adalah junun (gila) dan amal saja tanpa ilmu adalah takabbur (sombong). Junun berarti berjuang berdasarkan tujuan yang salah.

    Sedangkan takabbur berarti tanpa memperdulikan aturan dan kaedahnya, meskipun tujuannya benar. Maka dalam pendidikan Islam, keimanan harus ditanamkan dengan ilmu; ilmu harus berdimensi iman; dan amal mesti berdasarkan ilmu. Inilah sejatinya konsep integritas pendidikan dalam Islam yang berbasis ta’dib. Ta’dib berarti proses pembentukan adab pada diri peserta didik.

    Maka dengan konsep pendidikan seperti ini, akan menghasilkan pelajar yang beradab, baik pada dirinya sendiri, lingkungannya, gurunya maupun pada Penciptanya. Sehingga terjadi korelasi antara aktivitas pendidikan, orientasi dan tujuannya.

    Ketika seseorang mempelajari ilmu-ilmu kedokteran, kelautan, tehnik, komputer dan ilmu-ilmu fardhu kifayah lainnya, maka mereka tidak memfokuskan niatnya pada nilai-nilai ekonomi, sosial, budaya, politik, atau tujuan pragmatis sesaat lainnya. Tapi kesemuanya ini dipelajarinya dalam rangka meningkatkan keimanan dan bermuara pada pengabdian pada Sang Pencipta.

    Disorientasi pendidikan diawali dengan hilangnya integritas nilai-nilai ta’dib dalam pendidikan (sekularisasi). Sekularisasi dalam dunia pendidikan berjalan dengan dua hal: (a) menempatkan ilmu-ilmu fardhu ‘ain yang dianggap tidak menghasilkan nilai ekonomi dalam skala prioritas terakhir, atau dihapus sama sekali. Sehingga mahasiswa kedokteran misalnya, tidak perlu dikenalkan pelajaran-pelajaran agama. (b) mengutamakan pencapaianpencapaian formalitas akademik. Sehingga keberhasilan seorang pelajar hanya ditentukan dari hasil nilai ujian yang menjadi ukuran pencapaian ilmu dan keberhasilan sebuah lembaga pendidikan.

    Rusaknya dunia pendidikan terjadi ketika ilmu diletakkan secara salah sebagai sarana untuk mengejar syahwat duniawi. Padahal Ali bin Abi Talib r.a., telah mengingatkan: “Barang siapa yang kecenderungannya hanya pada apa yang masuk kedalam perutnya, maka nilainya tidak lebih baik dari apa yang keluar dari perutnya”. Wallahu a’lam wa ahkam bis shawab.

    Henri Shalahuddin, MA
    Peneliti INSISTS
    Posting komentar anda terhadap artikel ini, di sini (Dilarang menggunakan kata-kata yang tidak sopan)

    Nama
    Email
    Komentar
    Menurut anda artikel ini
     

    Posting yang masuk:
    tanggal nama rank komentar

  • Artikel terkini
  •  
  • Kamis, 19 Agustus 2010
  • PENGANTAR DALAM MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN (FISIKA) , (Author: Budhi Darma)
  • 1. Menyatukan Fisika dan Metafisika

    Menurut Prof. S.M. Naquib al-Attas, masalah kekeliruan ilmu (corruption of knowledge) adalah merupakan masalah yang paling mendasar dalam kehidupan masyarakat modern. (al-Attas, Islam dan Sekularisme, 2010). Kekeliruan ini muncul akibat menyusupnya paham sekuler yang dibawa oleh peradaban Barat ke dalam ilmu-ilmu kontemporer. Ilmu yang keliru melahirkan tindakan manusia yang keliru pula. Inilah yang disebut oleh al-Attas, pakar Filsafat Sainssebagai loss of adab, yaitu hilangnya kemampuan manusia melakukan tindakan yang benar karena bersandar pada ilmu yang keliru.

    Tindakan yang keliru ini pada akhirnya bukanlah memberikan kebahagiaan, melainkan kesengsaraan kepada manusia. Buktinya, disaat sains dan teknologi sedemikian maju saat ini, umat manusia bukannya berhasil meraih kebahagiaan. Sebaliknya, berbagai keresahan dan kekeringan jiwa serta kerusakan

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  •  
  • Kamis, 19 Agustus 2010
  • PENGANTAR DALAM MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN (FISIKA) , (Author: Budhi Darma)
  • 2. Belajar Fisika Secara Islami

    “Apakah Ilmu Fisika mungkin dipelajari secara tidak Islami?”  Dengan kata lain,  “Apakah ada cara mempelajari Fisika yang Islami atau tidak Islami?”.

    Pertanyaan ini tidak mudah dijawab, terutama karena ada kesalahfahaman yang menggelayuti banyak orang tentang konsep dan proses Islamisasi ilmu kontemporer. Masih ada saja yang membayangkan bahwa Islamisasi sains berarti membuat “pesawat terbang Islam”, atau “mesin islam”. Atau, masih ada juga yang mengira bahwa Islamisasi hanyalah semata-mata berarti “mencocok-cocokkan” atau menjustifikasi ayat al-Qur’an dengan temuan sains  atau sebaliknya.

    Jika memang ada cara tertentu untuk mempelajari Fisika secara Islami,  pertanyaan selanjutnya, “Apa perlunya mempelajari ilmu Fisika secara Islami? Hal ini dapat dijawab dari dua sisi.

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  •  
  • Kamis, 19 Agustus 2010
  • PENGANTAR DALAM MEMPELAJARI ILMU PENGETAHUAN (FISIKA) , (Author: Budhi Darma)
  • 3. Fisikawan Muslim Mengukir Sejarah

    Sejarah membuktikan, kontribusi Ilmuwan Muslim dalam bidang Fisika sangatlah besar. Karya-karya ilmuwan Muslim dalam bidang Fisika, baik yang klasik maupun modern, bisa dikatakan sangat melimpah. 

    Cobalah renungkan, apa yang ada di benak anda ketika mengenal "kamera"? Banyak pelajar Muslim yang mungkin tak kenal sama sekali, bahwa perkembangan teknologi kamera tak bisa dilepaskan dari jasa seorang ahli fisika eksperimentalis pada abad ke-11, yaitu  Ibn al-Haytham. Ia adalah seorang pakar optic, pencetus metode eksperimen. Bukunya tentang teori optic,  al-Manazir, khususnya dalam teori pembiasan, diadopsi oleh Snell dalam bentuk yang lebih matematis.

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  •  
  • Rabu, 11 Agustus 2010
  • Cita-cita Yang Tidak Masuk Akal , (Author: M. Son Muslimin, ST.)
  • Biasanya anak-anak yang masih kecil justru memiliki cita-cita yang besar, akan tetapi ketika sudah besar cita-citanya malah mengecil. Why? Mungkin memang setelah besar orang tidak diajarin lagi cara brcita-cita. Atau mungkin karena malu kalau cita-citanya diketahui oleh orang lain.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  •  
  • Selasa, 27 Juli 2010
  • TITIK BALIK PERADABAN KEJATUHAN UMMAT ISLAM , (Author: Budhi Darma)
  • Pada mulanya, ummat Islam jatuh, diiringi dengan kegelapan dan tersingkir dari kedudukan sebagai pemimpin ummat manusia, akhirnya tersisih dari lapangan hidup dan kegiatan di dunia. Peristiwa ini tidak dapat dianggap sebagai satu peristiwa serupa dengan peristiwa-peristiwa yang berulang-ulang terjadi di dalam sejarah tentang jatuhnya bangsa-bangsa, silih bergantinya kekuasaan dan pemerintahan, jatuhnya raja-raja dan kalahnya pasukan-pasukan penyerbu di medan pertempuran, hancurnya peradaban dan kedudayaan, surutnya gelombang politik sesudah musim pasangnya. Sekali-kali tidak.

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  •  
  • Kamis, 22 Juli 2010
  • Pasca Pengumuman SNMPTN , (Author: M. Son Muslimin, ST.)
  • Apapun yang terjadi, tidak aka nada artinya, kecuali anda sendiri yang member arti. Jika anda memberikan arti yang positif maka tindakan anda akan positif. Jika anda memberi arti negatif maka tindakan anda akan negatif. Jika seseorang tidak lulus SNMPTN apakah bisa member arti positif? Tentu saja bisa. Jika seseorang lulus SNMPTN apakah bisa member arti negatif? Tentu saja bisa.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  •  
  • Selasa, 6 Juli 2010
  • Bermain Dengan Bilangan , (Author: M. Son Muslimin, ST.)
  • Ternyata beberapa bilangan terlihat cukup aneh. Ada bilangan tertentu, jika dikalikan 2, 3, 4, 5, dan 6 maka akan diperoleh bilangan lain yang angka-angkanya juga tidak berubah. Jadi angka-angkanya masih sama, hanya saja susunannya berubah-ubah. Bilangan-bilangan seperti ini tidak hanya satu macam, tetapi banyak macamnya.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  •  
  • Selasa, 1 Juni 2010
  • keteladanan kunci kesuksesan pendidikan , (Author: Agus Rustandi)
  • Pendidik adalah penebar kebaikan, pendidik adalah pengemban amanah, pendidik merupakan rujukan orang yang membutuhkan saran dan aspirasi, pendidik (yang beriman) menempati posisi yang mulia jauh dari kedudukan orang-orang yang beriman, pendidik selalu dijadikan motivasi dari ide dan saran serta ilmunya jika pendidik mampu menjalankan amanah ilmiah yang harus diembannya sebagai pembawa ilmu
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  •  
  • Jum'at, 23 April 2010
  • Menghindari Negative Thinking , (Author: Agus Rustandi)
  • Apakah Anda tahu kepanjangan dari L7?, L7 artinya adalah "letih, lesu, lemah, lelah, lunglai, letoy... ", Anda lengkapi sendiri. Jika Anda sebenarnya secara fisik cukup sehat tapi mengalami gejala yang sama, sangat mungkin Anda telah termakan penyakit lama, yaitu negative thinking. Dan bisa jadi, penyakit itu sudah cukup parah mengendon di dalam diri Anda.

    Ketika negative thinking menjadi jalan hidup, maka jalan hidup itu adalah "normal" menurut kacamata negative thinker yang bersangkutan. Artinya, yang bersangkutan sudah tak bisa melihat atau menyadari lagi bahwa jalan hidupnya, sebenarnya menyimpang dan kurang sehat.

  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 3
  •  
  • Senin, 29 Maret 2010
  • Kuliah di ITB, sulitkah? , (Author: M. Son Muslimin, ST.)
  • Tahukah anda seberapa sulit kuliah di ITB? Tulisan ini dilatarbelakangi oleh pertanyan seorang siswa tentang sulit mudahnya kuliah di ITB. Saya tidak mengklaim kuliah di ITB itu sulit atau mudah, tetapi hanya memberikan gambaran keadaanya sesuai dengan pengalaman saya sehingga anda sendiri bisa menjawab pertanyaannya.
  • Selengkapnya... ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2


  • Arsip Artikel
  • WAJAH PERADABAN BARAT 2 , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Resep Sukses Di Segala Bidang , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  • WAJAH PERADABAN BARAT , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 3
  • Kisah Sylvester Stallone Menjadi Aktor , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Cara men-setting cita-cita , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Digital Learning System , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  • Memaknai Keberkahan Hidup , (Author: Deni Albar, Ph, Lc.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • HIJRAH, PIRANTI SUKSES DUNIA AKHIRAT (Kado Peringatan Tahun Baru Hijriyah 1431) , (Author: Deni Albar, Ph, Lc.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Empat Syarat Secara Simultan Sebagai Syarat Kelulusan , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • PENDIDIKAN DALAM HIDUP , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Nasehat Al-Ghazali Untuk Pelajar , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Bagaimana Mendapatkan Apa Yang Benar-benar Anda Inginkan? , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Sikap Muslim Menyikapi Gerhana , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  • Atlantis, Negeri Kaya Raya dan Cikal Bakal Peradaban Dunia Ada di Indonesia ? , (Author: Arif Muchyidin) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Kuliah Tauhid 4 , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Hari Ibu , (Author: Seni H.) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 1
  • Kuliah Tauhid 3 , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Kuliah Tauhid 2 , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  • Kecoa Bermanfaat ??? , (Author: Arif Muchyidin) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 2
  • Agar Mudah Belajar , (Author: Ahmad abdullah) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 72
  • Kuliah Tauhid , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 2 kali, jml komentar: 0
  • Kunci Meretas Kesuksesan , (Author: Deni Albar, Ph, Lc.) ,
    dibaca 36 kali, jml komentar: 4
  • Sukses Dimulai dari Mimpi Besar , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 51 kali, jml komentar: 2
  • Internet, bagai pisau bermata dua , (Author: Dra. Ani Muliani) ,
    dibaca 59 kali, jml komentar: 1
  • Kesuksesan , (Author: Nurhayati, S.Pd) ,
    dibaca 36 kali, jml komentar: 2
  • Penyakit Hati adalah penyakit yang berbahaya , (Author: Siti Fathonah, SE) ,
    dibaca 36 kali, jml komentar: 0
  • prediksi , (Author: Seni H.) ,
    dibaca 23 kali, jml komentar: 1
  • MEMAKNAI UJIAN SEBAGAI TOLOK UKUR KEBERHASILAN , (Author: Drs. Iwan Syarif) ,
    dibaca 59 kali, jml komentar: 3
  • Remaja dan Self-esteem , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 48 kali, jml komentar: 0
  • Pentingnya Identitas , (Author: M. Son Muslimin, ST.) ,
    dibaca 26 kali, jml komentar: 14
  • UMAT ISLAM DAN SAINS , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 33 kali, jml komentar: 1
  • Bulan Bahasa ... ^_^ , (Author: Seni H.) ,
    dibaca 28 kali, jml komentar: 1
  • Ilmu dan Amal untuk sukses , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 19 kali, jml komentar: 1
  • Potensi Tubuh dan Otak Kita , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 24 kali, jml komentar: 0
  • Apakah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) itu ? , (Author: Budhi Darma) ,
    dibaca 45 kali, jml komentar: 0
  • Rajin dan Terlatih , (Author: Agus Rustandi) ,
    dibaca 19 kali, jml komentar: 1
  • Learning How To Learn , (Author: Sony Sugema, MBA) ,
    dibaca 31 kali, jml komentar: 3
  • Musik dan Kecerdasan , (Author: Drs. Begot Santoso, MSi.) ,
    dibaca 35 kali, jml komentar: 4
  • © 2009 SMA Alfa Centauri | views: 2