Setiap insan pembelajar akan selalu berharap sukses, bahkan terkadang yang bukan pembelajar-pun memiliki harapan yang sama. Harapan setiap orang boleh sama, juga sangat boleh jadi berbeda. Namun, jika diamati mayoritas manusia lebih cenderung memaksakan idealismenya dari pada memahami bagaimana cara yang efektif dalam menggapai impiannya. Kebanyakan orang terpukau, kagum, bangga, ketika menyaksikan, mendengar sejumlah nama orang-orang sukses. Sedikit sekali diantara mereka yang mempelajari kesuksesan seseorang secara ilmiah. Sedikit sekali, orang yang dapat memetik pelajaran besar dari kesuksesan orang lain.
Memaknai kesuksesan, tentunya sangat ragam macam dan bentuknya. Termasuk paradigma orang menilai kesuksesan itu sendiri cukup bermacam-macam. Mengapa perbedaan itu semua terjadi, karena perlu difahami bahwa yang melatarbelakangi kesuksesan seseorang pun memang berbeda-beda. Nah, latar belakang inilah yang hendak kita namakan sebagai “ tantangan”. Jadi, kesuksesan sejatinya bukan diraih dengan mudah bak jalan tol tanpa hambatan, tanpa tantangan, tanpa kegagalan. Tantangan kehidupan dalam menggapai kesuksesan adalah bagian dari perjalanan hidup supaya kita lebih cerdas mengalaminya. Lebih tertantang kita dengan mengahadapi tantangan, maka lebih besar peluang emas kesuksesan akan kita raih.
Berikut ini dapat kita hayati tantangan yang dihadapi tokoh-tokoh yang terkenal dan sukses; Walt Disney, Soichiro Honda, Thomas Edison, Wright Bros, Fred Smith, Mohamad Ali, Henry Ford, Bil Gate, Steve Jobs, Oprah Winfrey, Christoper Columbus, Anthony Robins, hingga Tukul Arwana, mereka semua sudah pernah mengalami keras dan sakitnya kehidupan. Tetapi semua pengalaman pahit tersebut justru membimbing mereka ke gerbang kesuksesan. Kesuksesan orang-orang itu memiliki banyak factor: pendidikan, modal dan kebetulan.
Paul G. Stoltz, Ph,d. dalam bukunya Adversity Quotient, menyatakan ada 3 tipe manusia dalam analogi pendaki gunung;
1. Quitters: Orang-orang yang mudah menyerah, sehingga kehidupan mereka semakin terpuruk dalam kemalangan.
2. Campers: Orang-orang yang mudah puas dengan apa yang sudah dicapai, sehingga kehidupan mereka biasa-biasa saja.
3. Climbers: Orang-orang yang selalu optimis, berfikir positif dan terus bersemangat kerja sampai mendapatkan yang mereka inginkan.
Tipe manakah kita saat ini dari tipe-tipe di atas? Sudahkan kita benar-benar bersyukur atas segala karunia Allah? Apakah kita sudah bangkit sebagai manusia yang mulia? Sebagai orang yang beriman tentunya tidak akan salah memposisikan diri, karena cahaya imanlah yang akan terus memotivasi, menjadi obor di saat gelap, menjadi penggugah saat malas, lalai menyapa.
Perlu menjadi catatan, dalam paradigma Islam tidak hanya dengan factor-faktor tersebut di atas, melainkan ada yang Maha Faktor yang mengantarkan kesuksesan seseorang. Jadi tidak ada yang namanya kebetulan, dalam Islam semua yang terjadi adalah iradah Allah SWT.
Rasulullah dan para Sahabat terdahulu adalah model manusia pilihan yang telah menorehkan kegemilangan yang luar biasa. Mengapa luar biasa, karena kesuksesan yang dibangun bukan semata-mata duniawi, melainkan lebih berdimensi ukhrawi.Inilah rahasia dahsyatnya kesuksesan Rasulullah serta para sahabatnya. Dalam paradigma Al Quran, kesuksesan, kehormatan serta kemuliaan seseorang bukan terletak pada berapa angka akademik yang manusia capai saat dia menjadi seorang pelajar, berapa banyak kekayaan yang dimiliki dari apa yang diusahakannnya, juga bukan terletak pada jabatan apa yang didudukinya, melainkan pada nilai TAQWA ( At Thalaq: 2-3). Jalan TAQWA inilah yang semestinya kita retas, demi sebuah kesuksesan. Kesuksesan dengan TAQWA adalah kesuksesan abadi, yang dibangun oleh kekuatan iman. Kesuksesan manusia TAQWA merupakan kesuksesan utuh, sebaliknya kesuksesan tanpa TAQWA adalah kesemuan belaka. Manusia TAQWA adalah manusia yang tahan banting atas segala tantangan. Kesuksesan yang diraih oleh manusia TAQWA akan membawa berkah bagi banyak orang. Maka jadikanlah TAQWA modal kesuksesan Anda!
Kembali ke atas
Posting komentar anda terhadap artikel ini, di sini (
Dilarang menggunakan kata-kata yang tidak sopan)
Posting yang masuk:
|
tanggal
|
nama
|
rank
|
komentar
|
|
Rabu, 23 Desember 2009
|
eni nuraeni
|
0
|
bagaimana caranya meretas jalan taqwa..???
|
|
Senin, 21 Desember 2009
|
Triyanto
|
1
|
Sudahkan kita benar-benar bersyukur atas segala karunia Allah? Apakah kita sudah bangkit sebagai manusia yang mulia?
bagaimana caranya Ustadz?
|
|
Kamis, 19 November 2009
|
Agus
|
1
|
Yup betul! kesuksesan tanpa keTAQWAan adalah kesuksesan semu. Kesuksesan sejati adalah ketika kita bahagia di dunia juga di akhirat.
|
|
Rabu, 18 November 2009
|
bayu fatwa dzikrillah
|
1
|
sangat bagus dan menusuk ke dalam kalbu
|